Apa itu Caregiver?

Caregiver berasal dari 2 suku kata dalam Bahasa Inggris, yaitu “care” yang berarti perhatian dan “giver” yang berarti pemberi. Jadi “caregiver” bisa diartikan sebagai pemberi perhatian. Tapi dalam konteks keperawatan, caregiver (atau dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai pekarya kesehatan) adalah orang yang memberikan perhatian, perawatan, dan pendampingan pada orang sakit, lansia, dan disabilitas.

Profesi caregiver pada awalnya hanya memberikan pendampingan kepada orang lanjut usia saja. Hal ini dilatar belakangi oleh diperlukannya profesi khusus yang dapat menangani masalah keperawatan lansia yang berada di luar disiplin ilmu keperawatan medik logis yang umum. Dengan kata lain, seorang caregiver tidak hanya bertanggung jawab untuk memberi perhatian dan kasih saying pada klien yang ditangani.

Di Indonesia, istilah caregiver masih terbilang asing. Bahkan saat ini ada beberapa orang yang menganggap pekerjaan seorang caregiver sama seperti seorang pembantu. Kesalah pahaman ini muncul karena profesi ini masih langka di Indonesia, sehingga kebanyakan pendampingan lansia dilakukan oleh keluarga sendiri atau pembantu rumah tangga.

Siapakah Caregiver itu?

Caregiver sebenarnya merupakan sebuah profesi yang memberikan pendampingan kepada orang sakit/lansia/disabilitas untuk membantu kebutuhan fisik (seperti kebutuhan personal hygiene, eliminasi, mobilisasi, dll dari bangun tidur hingga tidur lagi); kebutuhan medis umum (seperti mengingatkan jadwal dan meminumkan obat, memberikan terapi fisik sesuai anjuran dokter); kebutuhan sosial (seperti teman bicara); dan kebutuhan spiritual (seperti motivasi dan ajakan beribadah).

Pendidikan Seorang Caregiver

Meskipun seorang caregiver tidak memiliki background pendidikan medis seperti seorang perawat, caregiver harus melalui pelatihan sekitar 3-4 bulan agar dapat menjadi seorang profesional. Pelatihan yang relatif singkat ini yang membedakan tugas dan tanggung jawab yang dimiliki seorang caregiver dan perawat. Caregiver tidak diperbolehkan untuk menangani tindakan medis khusus perawat seperti menyuntik, pemasangan infus, pemasangan kateter, pemasangan selang NGT, dll.

Mengapa Caregiver Harus Memiliki Standar Kompetensi

Seorang caregiver perlu mengikuti pelatihan agar dapat memahami cara melakukan pendampingan dengan benar, karena sama dengan pekerjaan lain, pekerjaan ini juga memiliki resiko. Contoh resiko yang bisa terjadi jika seorang caregiver tidak mendapatkan pelatihan sesuai dengan standar kompetensi adalah salah memberikan obat, salah saat membantu memberikan bantuan mobilitas hingga membuat pasien terjatuh, dll. Tentu saja resiko ini tetap ada meski seorang caregiver telah mengikuti pelatihan. Namun, resiko dapat diminimalisir dengan memperoleh pengetahuan dan keterampilan pendampingan yang tepat.

Peluang Profesi Caregiver di Masa yang akan Datang

Profesi caregiver tidak memiliki jenjang karir, tapi semakin banyak pengalaman yang dimiliki, maka semakin besar penghasilan yang akan didapatkan oleh seorang caregiver. Selain itu, peluang yang dimiliki oleh profesi caregiver sangat besar. Hal ini bisa dilihat dari angka rata-rata harapan hidup orang Indonesia semakin bertambah setiap tahunnya, dengan kata lain, jumlah pasar akan semakin besar tiap tahun.

LKP Cipta Mulya Surabaya yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cipta Mulya Surabaya siap memberikan pelatihan caregiver kepada Anda yang tertarik pada profesi ini.

Pelatihan akan di adakan selama 3 bulan. Setelah pelatihan, anda dapat mengikuti uji kompetensi dan memperoleh sertifikat kompetensi yang nantinya dapat digunakan untuk bekerja sebagai caregiver di dalam dan luar negeri.

LKP Cipta Mulya Surabaya juga bisa membantu para lulusan untuk di tempatkan di mitra kami.

Apabila anda tertarik atau memiliki pertanyaan, silahkan hubungi kami di:

Telp. : (031) 9954-3588
HP/WA : 0817-7238-8889

atau

This image has an empty alt attribute; its file name is whatsapp-tombol.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *