MEMILIH POSISI TIDUR YANG OPTIMAL BAGI ANDA

Satu hal yang perlu dipertimbangkan selama periode pandemi adalah menjaga daya tahan tubuh masing-masing. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan serta menjaga waktu dan kualitas tidur kita. Perlu diketahui bahwa kesehatan tubuh dapat terpengaruh secara negative apabila mengambil posisi tidur yang kurang tepat. Salah satu masalah yang bisa terjadi apabila Anda tidak mendapatkan posisi tidur yang baik adalah nyeri punggung hingga kaku otot leher atau yang sering disebut salah bantal.

Sangat penting untuk memperhatikan serta menjaga lekukan alami tulang belakang saat kita berbaring di atas tempat tidur. Harus dipastikan bahwa kepala, bahu, dan pinggul seseorang dalam posisi yang sejajar. Hal ini lebih besar kemungkinannya untuk dilakukan saat seseorang mengambil posisi tidur telentang. Akan tetapi, sebagian orang merasa tidak nyaman ketika tidur dalam posisi telentang karena mengakibatkan mereka mendengkur. Untuk memastikan bahwa kita merasakan manfaat tidur secara optimal, tentunya harus mengetahui dan memahami perihal berbagai posisi tidur yang berbeda satu dengan lainnya.

POSISI TIDUR TELENTANG

Menurut pakar tidur yang juga profesor di Albert Einstein College of Medicine, Shelby Harris, posisi tidur terbaik adalah telentang. Menurut perkiraan, hanya ada 8-10 persen orang yang memilih tidur dalam posisi telentang.

Tidur dengan posisi telentang ternyata dapat membantu mengurangi nyeri leher karena tulang belakang menyangga dengan baik. Selain itu juga dapat membantu pencernaan, terutama jika kamu tidur tidak lama setelah makan berat.

Tidur telentang ternyata bisa mengurangi pegal-pegal dan sakit di tubuh. Selain itu telentang juga tidak menyebabkan heartburn karena kepala terangkat di atas dada Anda. Heartburn adalah sensasi panas di dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Namun, telentang memang meningkatkan risiko mengorok atau mendengkur. Ada kemungkinan bahwa orang yang tidur telentang akan mengalami gangguan tidur yang menyebabkan henti napas sementara (sleep apnea) karena posisi ini mengakibatkan saluran pernapasan menyempit.

Bagi mereka yang ingin membiasakan diri untuk tidur telentang, bisa mencoba untuk mulai menempatkan bantal pada kedua sisi tubuh serta di bawah lutut. Bantal-bantal itu akan mencegah tubuh bergerak dan berganti posisi saat tidur. Jika masih tidak berhasil, mungkin Anda dapat mempertimbangkan cara berikut yang lebih ekstrem.

Siapkan jarum, benang, dan bola tenis. Kemudian jahit bola tenis itu di garis samping baju, sebelum tidur. Tidak perlu terlalu rapi, tetapi usahakan bola itu tetap berada di samping kanan dan kiri Anda sepanjang malam. Jika saat tidur Anda secara tidak sadar mengambil posisi menyamping, bola tersebut akan membuat tubuh merasa tidak nyaman sehingga Anda pun kembali ke posisi telentang.

POSISI TIDUR MENYAMPING

Daripada tidur telentang, lebih banyak orang yang lebih sering tidur dalam posisi menyamping. Posisi tidur yang benar dan dipercaya menunjang pembuang limbah dari otak adalah posisi menyamping. Sebuah studi saintifik menemukan, bahwa posisi tidur ini dapat membantu menurunkan risiko penurunan kognitif dengan membantu membersihkan sisa eksresi otak.

Menurut penelitian yang terpublikasi pada jurnal Neuroscience, posisi tidur yang miring ke samping terbukti bisa menurunkan risiko pikun atau demensia saat lanjut usia (lansia). Hal ini terungkap melalui penelitian oleh Stony Brook University di New York yang meneliti hubungan antara posisi tidur dengan tingkat kecerdasan kognitif seseorang.

Temuan menunjukkan bahwa posisi tidur miring membuat otak membuang sisa metabolisme keluar tubuh sehingga bagus untuk kesehatan otak dan menurunkan risiko penyakit demensia saat lansia. Peneliti utama dari studi tersebut memaparkan bahwa jika sisa metabolisme tubuh terlalu lama menumpuk di otak, dapat menyebabkan perubahan perilaku seseorang seperti mudah gelisah, cenderung temperamental, hingga berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Jika ditumpuk hingga usia lanjut, bukan tak mungkin seseorang akan menderita kepikunan atau demensia. Oleh karena itu, tidur dengan posisi miring sangat dianjurkan karena pada saat itu otak mengeluarkan cairan interstitial yang mendorong sisa metabolisme keluar dari tubuh. Efek positif lainnya adalah menurunkan risiko seseorang untuk terkena penyakit Parkinson dan Alzheimer.

Posisi tidur yang menyamping juga membantu membersihkan saluran pernapasan dan meningkatkan aliran dan sirkulasi darah bagi jantung. Selain itu, posisi tidur menyamping juga dianggap baik untuk mengurangi gejala mendengkur ketika sedang tidur. Tidur menyamping juga sangat dianjurkan bagi wanita hamil, dan dianggap membantu mereka yang menderita penyakit asam lambung dan sleep apnea.

Meskipun posisi tidur miring adalah posisi tidur yang populer dan nyaman, posisi tidur ini tidak dianjurkan bagi mereka yang mengalami sakit leher dan sakit punggung. Posisi menyamping ini dapat menarik tulang belakang keluar dari posisinya sehingga membuat punggung bagian bawah menegang dan kaku. Agar punggung bagian bawah tidak tegang, posisikan bantal untuk menopang kepala dan leher. Setelah itu, tarik sedikit lutut ke atas lalu letakkan bantal di antara keduanya.

POSISI TIDUR TENGKURAP

Tak banyak orang yang tidur dalam posisi tengkurap dibandingkan dengan kedua posisi tidur sebelumnya. Meski demikian, tidur tengkurap memiliki manfaat tersendiri. Posisi tengkurap memiliki dampak yang lebih bagus apabila diterapkan oleh para pengidap gangguan pencernaan ataupun gangguan seputar pencernaan yang lain.

Kemudian bagi mereka yang memiliki kebiasaan mendengkur, dianjurkan untuk mencoba posisi tidur tengkurap ini. Apabila dilakukan dengan benar, tidur dengan posisi tengkurap dapat membantu seseorang bernapas lebih mudah sehingga penderita sleep apnea akan lebih terbantu ketika tidur dalam posisi ini. Sebagai tambahan, posisi tidur tengkurap juga berguna bagi Anda yang ingin mempertahankan bentuk payudara dan mencegah timbulnya garis keriput di bagian wajah.

Sayangnya, posisi tidur ini tidak cocok pada mereka yang sedang menderita nyeri punggung dan nyeri leher. Tidur tengkurap juga bisa menambah tekanan pada otot leher, sendi, dan saraf. Hal ini menyebabkan Anda dapat menderita kesemutan atau nyeri saat tidur ataupun ketika bangun. Tidur dengan posisi tengkurap juga kurang dapat menjaga tekanan pada sendi, sehingga tidak disarankan kepada mereka yang memiliki keluhan sakit atau nyeri pada persendian dan pada bagian leher.

Cara tidur yang baik ini dilakukan dengan menaruh bantal untuk menyangga dahi, kemudian posisikan wajah menghadap ke bawah, bukan ke kanan atau ke kiri. Cara ini dilakukan agar jalan napas terbuka dengan lancar.

POSISI TIDUR SEPERTI JANIN

Bagi para penderita herniated disc, sebuah kondisi di mana bantalan antara tulang belakang mengalami pergeseran dari posisi semula dan menyebabkan penekanan pada saraf tulang belakang, disarankan untuk mengambil posisi seperti janin.

Tidur dengan posisi meringkuk layaknya janin dianggap dapat memberikan kelegaan saat beristirahat di malam hari. Berbaring miring dengan lutut terselip di dada mampu mengurangi tekukan tulang belakang dan membantu membuka persendian.

POSISI TIDUR DENGAN BANTAL DI BAWAH LUTUT

Untuk Anda yang mengeluhkan nyeri punggung ataupun mereka yang sering tidur secara telentang tanpa menggunakan bantal di kepala, posisi tidur yang dianjurkan adalah tidur sembari menyelipkan bantal di bagian bawah lutut.

Berbaringlah lurus di tempat tidur, kemudian letakkan bantal di bawah sendi lutut dan tetap jaga agar posisi tulang belakang Anda tetap lurus. Bantal berguna untuk mempertahankan lekukkan di punggung bagian bawah. Posisi ini membuat berat badan akan tersebar merata, sehingga tidak memberatkan pada satu titik saja.

Pada dasarnya, setiap orang tidur dengan cara berbeda, namun ada beragam pilihan untuk posisi tidur yang baik dan beragam cara untuk mengurangi rasa sakit yang dialami. Setiap orang perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan beberapa posisi tidur serta pengaruhnya bagi kesehatan tubuh mereka.

Oleh sebab itu, untuk membantu Anda tidur dengan kualitas yang baik dan menghindari masalah sulit tidur, maka sebaiknya pilihlah posisi tidur yang tepat yang biasanya digunakan dan cobalah posisi tidur yang lain untuk melihat apakah posisi tersebut membuat perbedaan dan membuat lebih nyaman. Posisi tidur yang nyaman bagi seseorang, belum tentu akan terasa nyaman bagi orang lain.

Hubungi kami:

Yayasan Pendidikan Cipta Mulya Surabaya

Telp. : (031) 9954-3588

HP/WA. : 0817-7238-8889

Our Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *