MENGEMBANGKAN DIRI SEBAGAI CAREGIVER (BAG. KEDUA)

Seorang caregiver (Apa Itu Caregiver) yang handal mampu membuat perbedaan positif yang signifikan bagi setiap individu yang dirawat dan bagi keluarga individu tersebut. Setiap caregiver diharapkan untuk mengembangkan sederet karakteristik/atribut diri serta menguasai beberapa macam kemampuan/keterampilan berikut sebagai perwujudan konsistensi standar profesionalisme seorang caregiver professional.

Berikut adalah kelanjutan dari artikel bagian pertama mengenai cara mengembangkan diri sebagai seorang caregiver.

6. Kemampuan Interpersonal

Menjadi caregiver merupakan sebuah pekerjaan dengan interaksi sosial yang tinggi, bahkan interaksi harian dengan pasien maupun keluarganya terjadi berjam-jam lamanya. Dengan mengembangkan keterampilan interpersonal atau interaksi sosial, seorang caregiver dapat dengan mudah membangun kesan positif hingga memelihara hubungan yang penuh kepercayaan dan keterbukaan antara satu sama lain (pasien dan keluarga dengan caregiver).

Kemampuan ini tidak hanya berguna bagi diri caregiver tetapi juga bagi si pasien, mengingat seringkali caregiver menjumpai pasien lansia maupun pasien sakit yang merasa kesepian dan terasing (seorang diri di rumah dan perasaan lainnya). Interaksi yang dibangun dengan caregiver dapat sedikit banyak menghibur si pasien dan membuatnya lupa akan rasa kesepian tersebut.

7. Kesabaran dan Kepala Dingin

Caregiver mungkin akan menemui pasien yang tidak bisa diajak berkomunikasi karena kondisi mentalnya atau karena kondisi fisiknya (atau mungkin keduanya) sehingga terkadang ketika caregiver diharuskan melakukan suatu tindakan atau sekedar melakukan interaksi sederhana dengan pasien dapat meningkatkan stres akibat profesi. Pada situasi yang demikian, caregiver diharapkan untuk dapat tetap bersikap sabar dan tenang.

8. Fleksibilitas

Kondisi pasien yang tengah menjalani perawatan ataupun seorang lansia dapat berubah-ubah sewaktu-waktu dan dengan demikian berpengaruh langsung terhadap waktu kerja caregiver. Tidak ada dua sesi jadwal perawatan ataupun jadwal kunjungan rumah yang persis sama dikarenakan hal yang telah disinggung sebelumnya.

Oleh karenanya, caregiver perlu memiliki pola pikir bahwa tugas yang diembannya dapat bersifat sangat fleksibel dan dengan demikian membangun toleransi mental terhadap perubahan yang dapat datang sewaktu-waktu seiring dengan perubahan kondisi pasien yang menjadi tanggun jawabnya. Contoh paling mudah adalah mengenai jadwal kerja yang seringkali berubah-ubah mengikuti kondisi pasien, sehingga bagi caregiver yang datang harian (tidak menginap) mungkin harus pulang lebih larut dari perkiraan awal.

9. Stamina dan Kekuatan Fisik

Kewajiban tugas seorang caregiver secara umum mencakup berbelanja (misalnya untuk pola makan khusus bagi lansia dengan penyakit spesifik) dan membawanya kembali ke rumah pasien, mengepel daerah kamar pasien dan dalam rumahnya, hingga mengangkat/menggendong pasien saat bermobilisasi. Seringkali caregiver harus berjalan dan berdiri dalam jangka waktu yang tidak sebentar, bahkan terkadang bisa sepanjang sesi atau berjam-jam.

Mengingat natur pekerjaan tersebut, disarankan bagi para caregiver untuk memiliki sandal atau sepatu khusus yang nyaman untuk dipakai dalam waktu lama serta mempelajari posisi tubuh yang netral saat berdiri sehingga mencegah berat badan mereka menumpu pada satu titik dalam waktu lama. Belum lagi jika berbicara mengenai perawatan kepada pasien dengan penyakit yang relatif mudah menular, memiliki kekuatan, stamina, dan daya tahan tubuh yang kuat menjadi modal yang sangat berharga bagi seorang caregiver profesional.

Jika Anda ingin mengembangkan kemampuan anda sebagai peniti karir di bidang caregiver, Anda dapat mengikuti pelatihan caregiver bersama kami di Yayasan Pendidikan Cipta Mulya Surabaya.

Silakan menghubungi kami:

Telp. : (031) 9954-3588

HP/WA. : 0817-7238-8889

Our Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *