MENGEMBANGKAN DIRI SEBAGAI CAREGIVER (BAGIAN PERTAMA)

Seorang caregiver (Apa Itu Caregiver) yang handal mampu membuat perbedaan positif yang signifikan bagi setiap individu yang dirawat dan bagi keluarga individu tersebut. Namun di Indonesia, mereka seringkali dipandang sebelah mata atau disama-ratakan dengan seorang asisten rumah tangga, walaupun seorang caregiver yang professional memiliki kode etik dan kompetensi serta kemampuan yang jauh berbeda dari ART.

Oleh karena itu, setiap caregiver diharapkan untuk mengembangkan sederet karakteristik/atribut diri serta menguasai beberapa macam kemampuan/keterampilan berikut sebagai perwujudan konsistensi standar profesionalisme seorang caregiver profesional.

1. Sikap Empati dan Perhatian

Secara sederhana, menunjukkan empati berarti menunjukkan (tidak hanya mengungkapkan) bahwa seseorang dapat memahami dan merasakan penderitaan orang lain kemudian ingin membantu orang tersebut mengatasi dan melaluinya. Karakteristik ini dibutuhkan seorang caregiver karena mereka pasti akan menghadapi pasien yang sedang menderita secara fisik dan bahkan mental (misal sedang dalam masa pemulihan pasca operasi, atau penderita Alzheimer’s yang seringkali kehilangan ingatan, dll).

Inilah yang menyebabkan atribut diri/karakteristik ini (empati dan perhatian) sangat penting untuk dimiliki dan dikembangkan oleh seorang caregiver mengingat mereka selalu berinteraksi dengan pasien dengan situasi dan kondisi yang sarat dengan stres.

2. Kemampuan Komunikasi

Kemampuan komunikasi lisan dan tertulis yang baik juga penting untuk dipelajari dan dikembangkan oleh seorang caregiver. Tidak sebatas hanya kepada pasien, seorang caregiver juga dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan baik kepada anggota keluarga lainnya apalagi jika ternyata si pasien mengalami kesulitan untuk berkomunikasi secara lisan maupun tertulis (misalkan mengenai kondisi si pasien akhir-akhir ini, mendiskusikan dengan keluarga perihal tindakan-tindakan yang mungkin diperlukan oleh pasien, atau mungkin mengingatkan instruksi dari dokter dan tenaga medis lainnya mengenai dosis obat serta instruksi lainnya).

3. Kemampuan Pengamatan

Seperti yang sudah sedikit disinggung pada poin sebelumnya, ada kalanya seorang caregiver menghadapi pasien yang kesulitan atau bahkan mustahil berkomunikasi. Oleh karena itu, terkadang tidak cukup apabila caregiver hanya mengandalkan komunikasi aktif dengan si pasien. Terkadang, caregiver tersebut harus pandai membaca hal-hal yang tak dapat dikomunikasikan oleh si pasien (mungkin karena rasa malu atau rasa takut dsb) entah apakah karena pasien tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi atau apa yang pasien rasakan pada tubuh mereka, atau karena pasien dengan sengaja menyembunyikan kondisi mereka yang sebenarnya (mungkin karena mereka merasa akan menjadi beban atau menyulitkan keluarga mereka lebih lanjut).

Sangat disarankan bagi caregiver untuk melihat, memperhatikan, dan mendokumentasikan (mungkin dalam buku atau secara digital) segala perubahan pada kondisi fisik dan mental pasien pada saat kunjungan ataupun saat berinteraksi dengan pasien. Selain pengamatan pada diri si pasien, caregiver juga patut mengamati lingkungan sekitar pasien sebagai langkah kewaspadaan terhadap kemungkinan pasien terjepit, terpeleset, jatuh, tenggelam, terbakar, tersesat, dan sebagainya.

4. Manajemen Waktu

Kemampuan untuk mengatur waktu penting untuk dikembangkan seorang caregiver agar mereka dapat menuntaskan segala tugas harian yang menjadi tanggung jawab mereka dalam waktu yang terbatas (misalnya dalam 12 jam waktu jaga harian). Dengan demikian, penting bagi caregiver untuk mengenali skala prioritas dari setiap aktivitas mereka sehingga membantu mereka untuk bekerja dengan efisien dan mencegah diri mereka terpaku atau tersangkut/macet/stuck pada suatu aktivitas tertentu yang membutuhkan banyak waktu namun tidak terlalu signifikan.

5. Keteraturan

Apakah anda dapat mencari lokasi setiap perlengkapan di dalam tas perawat anda? Bagaimana dengan tempat menyimpan obat-obatan ataupun lokasi peralatan medis di rumah pasien? Tempat yang aman apabila terjadi kebakaran, banjir, ataupun bencana lain?

Seorang caregiver dituntut untuk memiliki sifat teratur dan disiplin untuk mempemudah tugas mereka terutama saat menghadapi keadaan darurat yang genting. Ketika caregiver bertarung dengan waktu, menyiapkan segala peralatan, obat, dan hal lainnya dengan teratur pada tempatnya akan memberikan pengaruh yang besar dalam menyelamatkan seseorang.

(Lanjutan: Artikel Bagian Kedua)

Jika Anda ingin mengembangkan kemampuan anda sebagai peniti karir di bidang caregiver, Anda dapat mengikuti pelatihan caregiver bersama kami di Yayasan Pendidikan Cipta Mulya Surabaya.

Silakan menghubungi kami:

Telp. : (031) 9954-3588

HP/WA. : 0817-7238-8889

Our Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *